Momok Lelah atau Menyerah
Hari ini lelah itu seperti momok menyeramkan Terkadang kita ada di fase harus bicara namun diri penuh noda Terlihat namun mengharap tak terpandang itu berat Ringan melangkah pada hal yang tak diingin hampir mustahil Bertahan dengan tanpa cinta membuat lelah mejadi makanan setiap detiknya Berlebihan memang, tapi nyatanya kita sering teringat untuk berhenti Bertanggung jawab atas apa yang rasanya dipaksa Lain cerita jika itu jalan yang kita terpaksa Mungkin diri yang bergerak Mungkin masih ada harap baik-baik saja Jika oranglain yang menyeru kemudian kita tak mampu berhenti Melangkah maju pun seolah membentuk kemunafikan diri Kenapa bisa manusia yang menggerakkan, bukan hati ? Niat membantu jadi ladang orang lain menginjak dengan status yang tak bisa dilepas Aahh, lemah. Tapi bukankah generasi strowberi itu adalah kamu ? Perasaan jadi standart, berjalan dengan kebenaran itu pilihan bukan tujuan. Nyatanya kita masih perlu sekali lagi bahkan berulang Untuk mend...