Kekuatan Di Antara Dua Kelemahan






        Pemuda adalah generasi harapan dunia dengan karya-karyanya. Sedang hari ini, dunia sedang kebingungan mencari solusi. Maka ide kreatif dan inovatif harus muncul dari generasi penerus. Al-Qur'an bicara tentang pemuda. Dalam Surah Ar Rum ayat 54 :
ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْقَدِيرُ 
"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa."
https://tafsirweb.com/7418-surat-ar-rum-ayat-54.html

Perhatikan ayat di atas ! Ayat ini fokus pada satu kata yaitu 'kekuatan'.  Pemuda dalam Al-Qur'an dipotret dengan kalimat 'kekuatan di antara dua kelemahan'. Kelemahan pertama saat manusia 'Bayi/anak-anak' dan kelemahan kedua saat manusia 'Tua'. 

  • Kelemahan Pertama
        Power atau kekuatan terbesar terdapat saat seseorang menginjak masa mudanya. Dengan kekuatan seseorang bisa bergerak dan menggerakkan. Meski begitu, kalimat 'kekuatan di antara dua kelemahan' menunjukkan bahwa masa ini terbatas, ada awal dan akan berakhir. Maka seorang pemuda tak boleh menghabiskan waktunya berlama-lama di atas tempat tidur hanya dengan alasan mood buruk atau mencari inspirasi tanpa amal. Seorang pemuda harus mampu membuat keputusan segera dengan benar dan tepat. Kepala pemuda seperti pisau yang sangat tajam. Jika tidak pernah diasah, maka ia akan tumpul. Berfikir sedikit, akan membuatnya mudah mengantuk, pusing, lesu, bak usia di masa tua. Tugas pemuda adalah memakmurkan bumi ini. Maka pemuda harus bergerak mengasah kepala mereka agar tajam sehingga mampu menyelesaikan masalah dengan segera dan tepat sasaran. 

        Sifat pemuda tentu tak boleh sama dengan sifat orangtua atau anak-anak usia di bawah mereka. Menjadi pemuda berarti menjadi pribadi yang siap, tegap dan tegas, tidak lagi labil dan lemah menghadapi kenyataan. Tak mudah mengadu seperti anak kecil yang meronta saat tak mendapatkan keinginannya. Ia tak boleh menganggap hidup seperti mainan, sebab anak kecillah yang menganggap banjir dan tangga yang tinggi sebagai area bermain. Maka pemuda bukan manusia yang penuh kegalauan pada hal-hal yang tak penting, kemudian mengadukannya pada dunia maya ataupun teman sebaya. Ingatlah, apa yang kita lakukan di sosial media tak benar-benar hilang. Dan ini akan menjadi peluang bagi kaum kafir pembenci Islam untuk menemukan kelemahan para pemuda Islam. Ingatlah, itu bukan sifat pemuda sejati !

        Pemuda yang lemah, tak akan di pakai saat peradaban Islam ini besar. Lihatlah contoh mulia para  sahabat Rasulullah di masa mudanya. Anas bin Malik menjadi pemegang rahasia Rasulullah di masa mudahnya, Thalha yang dikenal sebagai syahid yang hidup. Mus'an bin Umair, Abdullah bin Zubair. Mereka sosok pemuda dambaan peradaban. We Young, We don't stay down !

  • Kelemahan Kedua 
        Ada perbedaan yang mendasar antara anak kecil dengan orang yang sudah tua.  Anak kecil cenderung memiliki maklumat yang masih sangat sedikit, sedang orang tua punya banyak maklumat setidaknya dari pengalaman hidupnya. Jika anak kecil berproses menuju kuat ke masa muda, maka orang tua berproses menuju lemah yaitu kematian. 

        Ada yang harus kita mengerti, bahwa ketika berbicara kelemahan, maka berarti kita bicara keterbatasan. Banyak hal-hal yang dahulu bisa dilakukan manusia tapi tak lagi dapat terulang dimasa tua. Maka sungguh, masa muda adalah masa terbaik menjadi produktif dalam membuat dan menggapai semua impian. Di masa muda kita mendapatkan dua kekuatan, yaitu kuat fisik dan kuat ilmu. 

'Allah lebih mencintai muslim yang kuat dibanding muslim yang lemah' 
Kalimat ini harus menjadi pemacu bagi pemuda untuk menjadi kuat dan tidak lemah sebelum waktunya.

        Nasehat Rasulullah pada Abdullah bin Abbas "Ketahuilah, seandainya seandainya seluruh umat di dunia sepakat untuk memberikan manfaat (kebaikan) tidak akan bisa kecuali itu sudah menjadi takdir mu. Dan seandainya seluruh umat di dunia sepakat untuk memberikan keburukan, tidak akan bisa kecuali itu sudah menjadi takdir mu."

        Ini adalah contoh nasehat kepada seorang pemuda. Pembahasannya adalah tentang keimanan. Ilmu yang menguatkan mentalitas seorang pemuda. Menanamkan pada pemuda untuk tidak takut apapun dan tak perlu bersandar pada apa pun, tentu kecuali hanya pada Allah. 

Jangan melemah sebelum usia mu tua ! Seperti apapun keadaan mu, kamu adalah pemuda !

  • Kekuatan Perempuan dan laki-laki
        Dalam sejarah, wanita  hebat zaman rasulullah meski tidak wajib melaksanakan jihad, tetapi para shahabiyah (sahabat perempuan) rasul tidak pernah tinggal diam. Mereka menjadi temeng hidup bagi rasul. Ingatkah cerita Asma' binti Abu Bakar ? wanita hebat yang dikenal dengan pemilik dua ikat pinggang. 

        Pemuda boleh sakit, tapi jangan melemah dengan memaklumi sakit mu. Memanja diri dengan banyak memaklumi hanya akan melemahkan. Belajar mengevaluasi diri, memperbaiki dan bangkit sebagai pemilik kekuatan diantara dua kelemahan. Karena masa ini sungguh terbatas. Tak terkira betapa banyak mereka yang menyesali masa mudanya karna berleha-leha memanja diri, berharap masa itu terulang lagi. Sayangnya, waktu tak pernah berkompromi dengan penyesalan. 

  • Dunia sudah berubah 
        Jadilah pemuda hebat. Jangan mengumbar kelemahan di tempat umum atau sosial media. Biarkan orang berfikri "Kuatnya pemuda ini tak ada matinya" bahkan jika hingga terkapar. Pemuda, berfikirlah ulang untuk membuat kebijakan dalam kehidupan. Jangan sampai perlu menyesali setelah melakukan sesuatu atau bahkan menyesali karena tidak melakukan sesuatu. Ingat terjemah Surah Al Asr ? Ia bercerita tentang kerugian yang pasti mendatangkan kesedihan. Kerugian mungkin bisa ditambal, namun usia tak dapat dikembalikan. 

        Dunia sudah banyak berubah. Permainan dahulu dan sekarang telah mengalami perubahan. Jika dahulu kita bermain bola dengan kaki, hari ini banyak yang bermain dengan jari. Jika dahulu kita bermain dengan tubuh ini. Hari ini pemuda hanya bermain dengan mata dan jarinya. 

        Impian pun mulai menyusut. Jika dahulu banyak yang bermimpi menjadi dokter dan guru agar berguna bagi bangsa. Hari ini tak sedikit yang hanya bermimpi menjadi terkenal hingga menggadaikan aqidahnya sebagai seorang pemuda yang bakal mejadi penerus bangsa. 

        Hari ini para pemuda disuguhkan begitu banyak macam hiburan. Hingga ia nyaman dan tak berkepentingan melakukan aktifitas lainnya. Berfikir menjadi hal yang asing dalam otaknya. Karena yang tersimpan adalah permainan-pemainan yang melalaikan dalam melihat keadaan ummat. 
Para muda disuguhkan dengan makanan beraneka ragam. Hingga standar halal-haram mulai banyak yang ditabrak. Padahal, ada tempat yang jika dipenuhi sangat buruk. Apalagi jika bukan perut. 

  • Tugas Pemuda
        Tugas pemuda adalah menjaga Fisik dan Akal. Menjaga fisik dengan memasukkan kedalam perutnya makanan yang sehat. Bukan standar enak dan suka tidak suka. Karena kita harus menguatkan tubuh bukan perasaan. Menjaga akal dengan memperbanyak mengikuti kajian dan menuntut ilmu Islam. Karena kita butuh penguat mentalitas bukan menjadi pemuda galau yang buta arah dan tujuan hidup. Lupa akhirat sehingga hidup hanya tentang kenyamanan. Maka jauhkan keduanya dari segala yang melemahkan.

        Allah memberikan kita akal dan rasa. Islam tidak menuhankan keduanya dan tidak mematikan keduanya. Maka optimalkan potensi yang ada pada keduanya. Dan sebaik-baik penjaga adalah dengan Islam. 

        Cintailah apa yang menjadi status kita hari ini. Sekolah, kuliah, pekerjaan atau apapun itu. Bercahayalah di tempat kita berpijak sebagai pemuda Islam.
Majulah sebagai pemuda yang faqih dalam agama dan terdepan dalam sains teknologi. Jangan menjadi sholih yang cupu atau menjadi gaul yang terancam neraka. 

Selamat memanfaatkan masa muda bersama-sama.



Resume dan editor  _Wds_ 
Sumber _Ustadz Budi Ashari, Lc. 
Link Materi https://www.youtube.com/watch?v=XNYi4a2x1wQ





Comments