Tembok Tanpa Pintu
Terkadang kita membaca dan mendengar banyak kalimat indah Namun seperti tembok tanpa pintu Kita tak menemukan jalan atas setiap pertanyaan Setiap baitnya hanya berputar dalam realitas kenyataan dan perasaan Bukan jawaban tentang apa dan harus bagaimana Bukan juga jawaban untuk masa depan yang kita impikan Terkadang jawaban itu muncul dari hal yang tak kita inginkan Dari seseorang yang tak melekat di hati Atau bacaan yang tak sengaja menjadi literasi Namun membawa berkahnya sendiri Terlepas apapun itu, guru ku pernah berkata Setiap solusi atas setiap pertanyaan Akan terjawab dengan mempelajari Islam Selama ini mungkin kita terlalu banyak bermain dengan rasa Lupa, ada Akal yang harus di nutrisi agar tak teracuni Oleh ide yang tak seorang muslim harusnya miliki Kita terlalu banyak bermain dengan hati Hingga lebih nyaman pada puisi Dari pada kritik yang membangun diri Coba ingat, mungkin galau kita bukan karna kurang literasi Namun kuran...